Minggu 19 juli 15 Nehemia 6:1-9 —Tantangan dalam pelayanan


Nehemia 6:1-9

6:1 Ketika Sanbalat dan Tobia r  dan Gesyem, s  orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya, 6:2 maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono! t ” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku. 6:3 Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: “Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar 1 . Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!” 6:4 Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka. 6:5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat u  mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka. 6:6 Dalam surat itu tertulis: “Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu v  membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka. 6:7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!” 6:8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: “Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!” 6:9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: “Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.” Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

Nehemia adalah salah satu nabi yang memberi salah seorang pemimpin yang memberi  gagasangerak hatiideilhamkata hati,kreativitaspetunjuksempena hati,  tentang sosok pemimpin. Kadang modus operandi/sistem  tampak “acak adul” , namun Tuhan berkenan dan membawa restorasi atau perubahan kehidupan bangsa Israel dalam waktu yang singkat. Sistem yang dilakukan Nehemia berkaitan dengan kualitas karakter  Nehemia .

Nehemia menunjukkan ia seorang yang tekun berdoa, artinya,  rendah hati. Sosok yg berani menghadapi tantanganNehemia juga seorang yang berani , serta penuh kasih terhadap sesama . Ia juga memiliki visi, berani ambil keputusan,  dan seorang yang sederhana dengan apa adanya.

Nehemia adalah manusia/pemimpin:
1. Berintegritas

  1. bervisioner

“Jika tantangan kita hadapi dengan benar maka kita akan memperoleh hasil yang baik. Kesuksesan terbesar kita jika kita menemukan tantangan sejati dan menaklukkannya, dan hal itu menolong diri kita sendiri –so hadapilah”- Donny

Tantangan adalah suatu objek yg merangsang kita untuk berbuat sesuatu dalam mengatasi masalah. “Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup” demikian seorang filsuf pernah bertutur.

Tantangan ada di-mana-mana bahkan sampai di ujung bumi sekalipun dengan kata lain tidak ada tempat pun di dunia ini yang terbebas dari tantangan.. Untuk pertumbuhan mental yang “oke”, Tantangan sangat diperlukan. Tantangan yang dilakukan dengan hati-hati dan seksama  akan memberikan pembelajaran yang paling berharga bagi kehidupan seseorang.

Tantangan akan “memacu adrenalin”,  jika dilakukan dengan teratur memberi tujuan, dan dapat memberi yang terbaik dalam diri kita. Tantangan memotivasi kita untuk memberi hasil terbaik dari diri anda.
Tantangan  ada untuk mendorong kita ke atas untuk mencapai target.

Walaupun tantangan itu sulit ,  tapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan.

Melayani Tuhan adalah tantangan

Ada beban beban berat yang harus kita pikul , misalnya saja dalam hal keteladanan bukankah sebagai pelayanan Tuhan, sisi kehidupan Tuhan harus kita teladani .  Jika tidak, kita belum layak disebut sebagai pelayan Tuhan yang sejati.  Inilah yang dikehendaki Tuhan,  “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”  (Filipi 2:15). Itulah kualitas hidup seorang yang melayani Tuhan. Itu bukan hal yang mudah, banyak aral melintang yang harus kita lewati.

Tapi kita jangan Kaget,  bahwa disaat kita bersedia melakukan kehendak Allah di saat itu tantangan muncul dan ini  perlu disadari oleh setiap orang beriman. Jangan heran bila saat kita mulai menggebu-gebu  untuk melayani  atau kita mulai berusaha menerapkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam rumah tangga atau saat kita mulai menerapkan etika kristiani dalam pekerjaan, justru saat itu kita mengalami berbagai tantangan  yang terkadang  menggoncangkan iman kita. Sekalipun demikian, ingatlah bahwa tantangan merupakan sarana di tangan Allah untuk membuat kita bergantung kepada-Nya. Allah ingin kita selalu beriman kepada pemeliharaan serta perlindungan-Nya.

Tidak seorangpun di dunia ini terbebas dari masalah, baik masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah sosial, juga masalah2 dalam pelayanan.  Tuhan mengaruniakan/memberi kita suplemen, yaitu  iman,  akal budi, hikmat, dll  agar kita kuat dan dimampukan menghadapi setiap persoalan hidup.

Kehidupan ini memang sulit. Setiap hari kita menghadapi tantangan kecil, sedang, berat, hingga sangat berat. Tetapi pada dasarnya tantangan kehidupan tidak mengurangi nilai kita sebagai manusia. Sebaliknya tantangan kehidupan sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai diri kita.

“Tuhan itu laksana seorang ayah yang tinggal di tepi sungai. Ia tidak memindahkan sungai atau rumah itu agar jauh dari jangkauan anaknya. Melainkan sang ayah melatih kemampuan anaknya agar bisa berenang supaya tidak dihanyutkan oleh air sungai itu.”

 Derajat anda tidak dapat diukur disaat ia berada di alam yang nyaman dan ramah.  Mentalitas yang tangguh   mampu menghadapi tantangan seberat apapun, disitulah derajat anda dapat diukur “ -Donny

 

Selalu bersyukur, tulus melayani Tuhan dan tekun dalam doa adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan menjadi orang Kristen yang berkualitas!

tukang2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s