Rabu 22 juli 2015–Kisah Para rasul 12:18-19 Kasih dan Kuasa doa mengatasi segalanya


Rabu 22 Juli’ 15 Kisah 12:18-19

12:18 Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus. 12:19 Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka. i  Kemudian ia berangkat dari Yudea ke Kaisarea j  dan tinggal di situ.

Raja Herodes sangat dikenal sebagai raja yang lalim. Dengan kekuasaan yang dimiliki ia bertindak semena-mena terhadap rakyatnya, bahkan melakukan penganiayaan dan pembunuhan secara kejam . Petrus dan jemaat mula2  pun tidak terlepas dari kesemenaan raja Herodes, mereka di tahan , dipenjarakan, bahkan berencana menghukum mati Petrus. Semua ini terjadi karena begitu cepatnya penyebaran injil yang terjadi akibatnya orang Yahudi marah, karena mereka menolak injil  Kristus .

Jika kita kaitkan dengan paskah terjadinya kerusuhan/amuk masa di Tolikara Papua akibatnya  berimbas di beberaba gereja yang dibakar, yaitu di Bantul dan Purwo rejo (pintu gereja dibakar disertai ancaman), juga ancaman pembakaran gereja di kota palu, dan ribuan Orang Petisi Jokowi Usut Tuntas Kerusuhan Tolikara http://www.cnnindonesia.com .. Apakah insiden yang terjadi di Tolikara hanya karena masalah speaker atau kesalahpahaman, Walahualam.

Bagaimana kita sebagai warga gereja menyikapinya ?;  Apakah kita marah, menulis di medsos mengutuki peristiwa yg terjadi itu berimbas pada aksi balas dr kaum radikal ?; Apakah kita apatis , diam saja , dan  menyerahkan permasalahan ini pada aparat pemerintahan mengusut tuntas insiden yg terjadi ?; Atau kita BERDOA karena ketakutan  ?

12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah

Sebagai manusia, adalah hal yang wajar kita mengalami rasa takut. Rasa takut yang normal sebagai manusia misalnya terjadi seperti ancaman dan pembakaran gereja yang kita dengar,baca, bahkan kita  mengalami kejadian (saksi mata) tersebut, hal itu sangat wajar.

Mahatma Gandhi pernah berujar bahwa kekuatan (power) yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sebuah tindakan berasal dari dua sumber.

Pertama, berasal dari rasa takut akan hukuman. Misalnya, seseorang melakukan ibadah dan segala macam tindakan kesalehan oleh karena ia takut dihukum. Jika melanggar aturan agama maka kelak dirinya tidak akan mendapat bagian di sorga, sebaliknya mendapat hukuman di neraka.

Kedua berasal dari cinta kasih. Seseorang menjalani kehidupan saleh, beribadah dan berbuat baik oleh karena dia mencintai Tuhannya. Tuhan yang dia sembah tidak suka kejahatan, maka ia dengan sadar ingin menyenangkan hati Tuhannya. Kekuatan yang didasarkan pada cinta kasih, kata Gandhi seribu kali lebih efektif dan permanen ketimbang kekuatan atau motiv  yang berasal dari ketakutan akan hukuman.

Dengan bertekun dalam kasih kita mampu mengalahkan  ketakutan, egois, tamak, benci dan dendam yang selalu ada dalam diri kita. Bukankah musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri ? Egonya! Daud mampu menaklukkan  Goliat. Namun, Daud gagal mengalahkan dirinya sehingga ia jatuh karena keinginannya memiliki Bersyeba, istri Uria.  Kekuatan keserakahan/egoisme tidak pernah menang melawan kekuatan kasih.

Gandhi belajar banyak tentang “Khotbah di Bukit”. Gandhi berhasil membuktikan bahwa perlawanan tanpa kekerasan, ahimsa, dapat mengalahkan penjajahan. Namun, ia harus mati bukan di tangan lawan, melainkan pengikutnya sendiri pada 30 Januari 1948 di New Delhi. Penghianat yang tidak rela Gandhi menebar cinta untuk semua kalangan, untuk perdamaian Hindu dan Islam. Radikalis Hindu ini menghadiahi tiga butir peluru di dada Gandhi. Gandhi tewas bersimbah darah membawa keyakinannya bahwa cinta kasih takkan pernah terkalahkan!

Dengan kematian Gandhi, Pengaruh kekuatan cinta Gandhi menyebar ke berbagai peloksok dunia. Dr. Martin Luther King, Jr pernah mengatakan: “Jika umat manusia adalah peradaban untuk kemajuan, Gandhi tidak bisa dihindari. Ia hidup, berpikir, bertindak dan terinspirasi oleh visi kemanusiaan yang menghendaki dunia yang damai dan harmoni.”Kekuatan cinta yang diperagakan Gandhi terus mengispirasi banyak orang bahkan sampai kini.

Gandhi pernah mengaminkan perkataan Yesus tentang kekerasan yang tidak harus ditanggapi dengan kekerasan. Ia mengatakan, “Jika mata ganti mata itu hanya akan membuat seluruh dunia menjadi buta.”

Gandhi, meskipun tidak mengakui Yesus sebagai Tuhannya, ia telah berhasil menjadikan ajaran Yesus itu hidup di dalam dirinya. Bagaimana dengan kita yang menyebut Yesus Tuhan? Mestinya lebih dari Gandhi dalam menjalankan ajaranNya. Ataukah apa yang diwariskan Yesus hanya sebagai wacana sehingga sangat langka orang-orang yang dengan sungguh-sungguh meneruskan cinta kasih Yesus.

“Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama – terletak seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”  Memang harus kita akui sangat sulit untuk dilaksanakan. Pada hal Manusia di ciptakan Tuhan  secara kodrati dapat mengasihi Tuhan dan sesama. Ini berarti dibutuhkan iman yang luar biasa.

Jangan pernah  kehidupan kekristenan anda itu umpama baterai yang dapat dicas dengan pelatihan-pelatihan, pelajaran Alkitab dan doa. Anda diisi ke tingkat yang tertentu, supaya setelah waktu doa dan pelajaran Alkitab, anda dapat keluar dan berlari untuk waktu yang lama dengan cas dari baterai itu. Kemudian anda kembali kepada Allah untuk dicas ulang hanya apabila anda merasa bahwa cas itu mulai berkurang. Ini sama sekali tidak benar. Kita harus hidup dalam kelemahan saat demi saat, dan senantiasa menarik kekuatan dari-Nya. (copas)

Saat anda merasa takut dan berada dalam kelemahan, itulah saatnya untuk bersyukur dan berdoa  pada Tuhan. Mungkinkah  Tuhan perlu menusukkan duri ke dalam daging kita (seperti kata Rasul Paulus). Melalui kelemahan  kuasa Allah dinyatakan , di dalam setiap masalah jika kitaberdoa,   ada kekuatan-Nya untuk mengatasinya.

Doa adalah nafas kehidupan kita,  salah satu sarana manusia untuk berdialog  dengan Tuhan. Orang yang berdoa tentu sudah memiliki iman bahwa Tuhan akan mengabulkan apa yang dimintanya, percaya Tuhan akan melindungi dan menjaga kita.

Iman atau percaya  menuntut  penyerahan diri.  Yang perlu dilakukan setiap orang percaya adalah menyerahkan segala permintaannya kepada Tuhan, sebagaimana yang dikatakan Yesus di ayat 24, ‘… percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.’ Yakobus 5:16 doa itu besar kuasaNya.  “Jangan lah berharap doa kita adalah kehendak kita, melainkan melaksanakan kehendak Allah “

“Jika Kita sudah  tidak bisa berbuat apa-apa, hanya dengan doa yakinlah semua hal dapat dilakukan karena doa dapat melebihi atau mengangkat halangan, mengatasi setiap kuasa yang menentang, dan mencapai tujuan dalam menghadapi halangan yang tak terkalahkan.”

gandhi-280x300

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s