KEPEMIMPINAN


Menurut penulis

Kepemimpinan  adalah aktifitas mempengaruhi, inovatif, profesional, melayani , serta mampu menciptakan suatu manuver untuk mengajak, mengarahkan, berkiprah dalam suatu kemitraan dengan tiap-tiap individu agar mau menelisik   misi dan visi  yang diinginkan bersama.

Atas dasar itu dapatlah disimpulkan bahwa :

Kepemimpinan adalah : Rantaian vitalitas sistematisasi berupa kapabilitas atau kompetensi  perilaku orang lain agar berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang telah diikrarkan bersama.

Pengertian pemimpin adalah klasifikasi, kategorisasi atau strata tertinggi dari suatu morfologi (desain), komposisi  yang mempunyai hak mengatur,mengelola, mengendalikan, mengorganisir tempat/orang  yang dipimpinnya. Dalam memimpin, kemampuan mengorganisir merupakan bagian yang terpenting dalam konstelasi (sistem) kehidupan sosial. Karena manusia itu merupakan makhluk sosial.

Seorang pemimpin mempunyai peran untuk mengatur, memberi arahan, dan pengendali atas orang-orang  yang dipimpinnya. Sehinggadalam kehidupan bermasyarakat jika terjadi sesuatu permasalahan maka menjadi tanggung jawab seorang pemimpin . Menjadi seorang pemimpin  bukanlah tugas yang ringan. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin.  Seorang pemimpin  harus memiliki potensi , kapabelitas, dan integritas dalam memimpin, bahkan mempunyai kemampuan mengimpresi aksioma sekelompok orang yang memiliki visi yang sama. Seorang pemimpin memiliki  rekam jejak prestasi keadilan, kejujuran, cara-cara memimpin dan kedekatannya dengan anggota dan masyarakat. Kepemimpinan itu berarti melayani.

Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari analitis dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik untuk pribadi, keluarga, bahkan lingkungan sekitarnya.Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari analistis transformasi intens di dalam diri individu. Kepemimpinan muncul ketika seseorang menemukan visi dan misi dalam hidupnya, ketika terjadi inner peace, dan membentuk bangunan karakter yang kokoh. Setiap  ucapan dan prilaku  memberikan impak kepada lingkungannya untuk bertransformasi dalam organisasinya. Jadi kepemimpinanitu sesuatu yang bertunas atau terbit  dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

Seorang pemimpin tidak  menimbulkan ketakutan, arogansi tetapi mereka-mereka yang menginspirasi, yang mau bertanya , yang menghargai para pengikutnya  dan selalu meletakkan mereka sebagai sentral dalam semua kebijakan, pikiran dan kata-kata mereka. Kepemimpinan yang baik  adalah kepemimpinan yang mendengarkan dan tidak berjarak (sombong) dan tidak meletakkan otoritas sebagai bahasa kepada bawahannya tetapi mendorong entusiasme. Seorang  pemimpin mampu menciptakan loyalitas dan saling percaya yang pada akhirnya  berujung pada kinerja yang baik.

Dalam arus globalisasi  perkembangan dunia informasi mengalir begitu deras  , dimana segala aspek yang mempengaruhi perkembangan organisasi menjadi begitu sangat besar pengaruhnya, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu berelaborasi, berfikir jauh ke depan, mampu mengantisipasi segala dampak dalam perkembangan zaman, di era yang sangat kompetitif dan tuntutan kebutuhan yang semakin beragam, dan  spesifik menjadi sangat relevan. Organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjadi roda penggerak organisasi  untuk mencapai visi bersama.

Kriteria Pemimpin kristen    

  • Mengasihi :

… “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37-39)

“Kasih yang sejati tidak bersukacita ketika melihat kegagalan orang lain atau ketika melihat orang lain jatuh dalam dosa. Jangan membiasakan diri membicarakan kegagalan,kelemahan serta kekurangan orang lain. Sebaiknya luangkan waktu untuk mendoakan orang-orang di sekitar kita.”

  1. Kasih itu sabar

Kesabaran bertutur  tentang kapabilitas seorang pemimpin yang bersiteguh tentang  kasih. Disaat terhasut  untuk melampiaskan amarahnya. Pemimpin yang sabar tidak mudah  terhasut  menghadapi segala persoalan dan tidak suka membalas kejahatan dengan kejahatan. Pemimpin yang penuh kesabaran tetap mengasihi walaupun ada berbagai alasan untuk marah,  seperti yang diperlihatkan Tuhan Yesus terhadap murid-muridnya.

  1. Kasih itu murah hati

Kasih melihat ketidaksempurnaan dan kekurangan orang lain, tetapi memilih untuk tetap acuh, peduli , mengasihi, menerima orang lain apa adanya dan selalu berharap yang terbaik bagi orang lain. Pemimpin yang memiliki kasih yang murah hati mempunyai  sistem dan ikhtiar  untuk melakukan hal  yang benar di mata Tuhan. Pemimpin yang bermurah hati  ditandai dengan suka menolong, pengasih, baik hati,  suka memberi apresiasi terhadap para pengikutnya tanpa kepura-puraan.

  1. Kasih tidak cemburu

Ada dua istilah untuk cemburu, yaitu “jealous” dan “envious”. Jealous adalah cemburu yang beralasan, yaitu cemburu karena yang bersangkutan memiliki hak untuk cemburu. Envious adalah cemburu yang tidak beralasan, karena tidak punya hak untuk cemburu. Pemimpin yang cemburu dan iri hati membuat ia selalu merasa  bersaing dengan orang lain atau anggotanya, ingin menjadi “lebih” dari orang lain. Pemimpin yang iri hati tidak akan menuju  visi bersama , namun kepada kehancuran. Kasih sejati tidak cemburu ketika melihat keberhasilan, berkat dan kemampuan yang dimilik orang lain.

  1. Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong

Kasih penuh dengan kerendahan hati. Pemimpin yang rendah hati, tidak “menepuk dada” dan bermegah karena perbuatan baiknya . Tidak mengandalkan kekuatan sendiri tetapi mengandalkan Tuhan dan tidak melecehkan kelemahan dan keterpurukan  anggotanya.  Pemimpin yang tidak bermegah dan tidak sombong menyadari bahwa semua keberhasilannya hanya  karena berkat  Tuhan.

  1. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan

Kasih itu beretika,  menghormati dan menghargai orang lain, dapat menempatkan diri pada posisi yang seharusnya. Kasih tidak melakukan hal-hal yang melanggar etika maupun perbuatan-perbuatan amoral . Pemimpin yang memiliki kasih pasti beretika ,  penuh dengan kelemah-lembutan dan menjaga kehormatan orang lain.   Firman Tuhan menasihatkan: “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.”(Roma 13:13)

  1. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri

Kasih tidak egois, tidak memanipulasi orang lain dan tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kasih ini bersifat peduli kepada  orang lain. Pemimpin Kristen yang penuh  Kasih  tidak mengekploitasi atau mencari keuntungan  dengan  tidak mengorbankan orang lain, tidak berharap akan imbalan, tidak menjual nama baik untuk mencari keuntungan pribadi. Pemimpin yang penuh kasih berusaha senantiasa menjadi sahabat yang menyenangkan untuk semua orang, kerena kebahagiaan terbesar kita adalah pada saat kita memberi, bukan pada saat kita menerima.

  1. Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

Kasih yang sejati tidak mudah tersulut kemarahan. Kasih  sangggup mengendalikan diri dan menanggung segala sesuatu walaupun itu sangat menyakitkan . Pemimpin yang penuh Kasih dapat mengerti dan menerima kegagalan tanpa harus sakit hati, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Pemimpin yang penuh kasih  terpancar melalui perilaku dan perangai  yang baik, tidak menaruh curiga dan tidak menyimpan amarah terhadap orang lain.

  1. Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran

Kasih yang sejati tidak bersukacita ketika melihat ketidakadilan atau ketika melihat orang lain “terjerembab” . Pemimpin yang penuh kasih  diyakini memilik  empati terhadap kemalangan orang lain. Kasih  tidak menekan atau menyetujui perbuatan yang melanggar firman TUHAN dan hukum, sehingga membuat  sesama manusia menderita.

  1. Kasih menutupi segala sesuatu

Berbeda dengan kasih yang dimiliki dunia ini, kasih yang dari Allah tidak memandang kekurangan, kesalahan, dan kegagalan orang lain, tetapi senantiasa menunjukkan kebaikan dan terus terpancar dalam segala keadaan. Inilah kasih agape, kasih yang tulus, yang bersumber dari Allah sendiri. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki kasih sejati  tidak menjatuhkan dan mencemooh kelemahan atau kegagalan orang lain, tetapi menjaga kehormatan sesama dengan penuh pengertian. Kasih sejati tidak akan pernah membuka “borok” siapapun, sekalipun harus menanggung rugi.

  1. Kasih percaya segala sesuatu

Percaya adalah hal yang semakin langkah di dunia ini, namun kasih mengajarkan kepada kita untuk percaya, selalu berpikir positif, tidak mudah menghakimi, tidak mudah berprasangka dan berusaha melihat yang terbaik pada diri orang lain. Kasih  mengatasi segala kecurigaan, kebimbangan atau ketidakpercayaan. Pemimpin sejati  memilih percaya segala yang baik dari orang lain dan menerima mereka apa adanya. Firman Tuhan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. Jangan-lah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.”(Ams 3:29,30)

  1. Kasih menharapkan segala sesuatu

Dalam dunia yang penuh keputusasaan dan kekecewaan, kasih membawa pengharapan yang didasari oleh iman kepada yesus Kristus. Kasih sejati selalu optimis bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Pemimpin  sejati tidak pernah menyerah dan putus asa. Pemipin  sejati akan selalu berjuang untuk meraih yang terbaik, untuk kebahagiaan bersama dengan TUHAN dan sesamanya. Mereka tidak dihantui ketakutan dan kecemasan. Kata-kata iman mewarnai suasana kehidupannya sebagai pemimpin. Halangan dan rintangan tidak pernah menyurutkan cita-cita yang luhur dan mulia pemimpin sejati . Dengan pengharapan ini, apa yang terjadi, pemimpin sejati  dimampukan untuk menjalani hidup hari ini dan hari esok. Kasih berharap dengan penuh iman, bahwa pada akhirnya, segala sesuatu akan menjadi baik.

  • Bertanggung Jawab :

Pemimpin akan selalu berinterelasi dengan tanggung jawab, sebab tanggung jawab itu menjadi domain  terhadap apa yang dipimpinnya. Jika kemudian pemimpin hanya berperan dalam “panggung sandiwara” maka kredibilitas pemimpin tersebut layak dipertanyakan. Dalam artian, tanggung jawab inilah yang menjadi “stempel” atau legitimasi atas kepemimpinan tersebut. Terlepas  hasil dari tanggung jawab itu baik atau buruk,  menjadi hal yang terpenting adalah pemimpin itu punya sikap, visi, pendirian serta komitmen atas tanggung jawab terhadap organisasi yang dipimpinnya demi kemuliaan-Nya.

  • Menyendengkan telinga:

Pemimpin sebagai pelayan, harus  menyendengkan telinganya atas tuntutan atau keluh kesah para anggotanya . Karena banyak pemimpin sekarang pura-pura tuli terhadap keluhan anggotanya, kareana mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Kepemimpinan kristen yang melayani harus menyendengkan telinga dan membuka hati  terhadap suara sekalipun suara itu membuat hati dan telinganya sakit. Sebab itu mereka harus menjadi representatif dan teladan, baik dalam hal kinerja maupun tanggung jawab yang diemban olehnya. kepemimpinan  Kristen yang melayani harus menjadi kiblat atau haluan  dan setiap kebijakan yang dibuatnya harus didasarkan untuk kepentingan dan kesejahteraan para pengikutnya. Siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang melayani senantiasa mengasah telinganya agar tidak tumpul. “Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,” (Yak 1:19).  Tetapi yang paling utama pemimpin yang melayani wajib hukumnya  mendengar suara Tuhan.

  • Berjiwa besar:

Seorang pemimpin yang berjiwa besar lebih mementingkan atau mendahulukan kepentingan orang banyak. Yesus adalah  Pemimpin yang berjiwa besar dan bertanggung jawab terhadap murid-muridnya walaupun salah seorang muridnya mengkhianati tetapi Ia tetap mengasihi murid tersebut. Pemimpin yang berjiwa besar mampu menangani kekisruhan organisasi yang dipimpinnya, Karena kegagalan organisasi yang dipimpinnya adalah kegagalannya dia sebagai seorang pemimpin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s