Rabu 30 Sept, 2015 ‘Iman Adalah Dasar Utama Daud’–I Samuel 17:45-54


Pertumbuhan iman Daud yang luar biasa karena hidupnya yg penuh berserah pada Tuhan. Pertumbuhan iman Daud melalui suatu proses yang tidak sederhana. Tetapi ada suatu waktu , ia merasa gamang, khawatir , negri dan takut, karena dikejar-kejar Saul dan hendak dibunuh. Siapa yang tidak gundah-gulana, dan  cemas hatigaduh,gelisahgugupkacauresahrunsingrusuh hatirusuh, dan sesak,dalam kondisi demikian.

Daud mengalahkan Goliat, dan tidak lama kemudian telah menjadi raja . Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Daud ini? ia  berani berhadapan dengan tantangan. Itulah cara Tuhan memroses Daud  di mana  Ia tidak membebaskan Daud dari tantangan, mengapa?   Karena pemrosesan Tuhan  kelak akan berdampak signifikan dalam kesuksesan yang diraihnya.

Daud yakin mampu mengalahkan Goliat, karena penyertaan Tuhan selama ini atas dirinya sudah melepaskannya dari cakar singa dan beruang. Allah yang sama akan melepaskannya dari tangan Goliat . Pengalaman iman Daud bertumbuh semenjak ia menjadi gembala, terlebih setelah mengalami kemenangan atas Goliat.

Situasi sulit pasti kita pernah hadapi dalam kehidupan ini, siapa pun tidak luput dari masalah, pergumulan, penderitaan dan kesulitan hidup lainnya. Namun yakinlah bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memberi kita “modal” berupa iman, talenta, hikmat, nalar, fisik dan yang lainnya agar kita mampu memenangkan pergumulan

Melalui tema hari ini, kita akan belajar dari tokoh  Daud, yang bersaksi tentang pengalaman imannya dalam menghadapi berbagai kesulitan, tantangan dan persoalan bersama dengan Tuhan yang berkuasa.

Berserah tak sama dengan menyerah. Menyerah berarti tak mau berusaha lagi karena takut gagal lagi. Tetapi orang yang berserah kepada Tuhan adalah orang yang tetap melakukan bagiannya dengan maksimal namun mempercayakan hasil akhirnya kepada Tuhan dan tak kecewa dengan keputusan-Nya.

“Tuhan itu laksana seorang ayah yang tinggal di tepi sungai. Ia tidak memindahkan sungai atau rumah itu agar jauh dari jangkauan anaknya. Melainkan sang ayah melatih kemampuan anaknya agar bisa berenang supaya tidak dihanyutkan oleh air sungai itu.”

“Jika tantangan kita hadapi dengan benar maka kita akan memperoleh hasil yang baik. Kesuksesan terbesar kita jika kita menemukan tantangan sejati dan menaklukkannya, dan hal itu menolong diri kita sendiri –so hadapilah”- DC

Tantangan adalah suatu objek yg merangsang kita untuk berbuat sesuatu dalam mengatasi masalah.“Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup” demikian seorang filsuf pernah bertutur.

Tantangan ada di-mana-mana bahkan sampai di ujung bumi sekalipun dengan kata lain tidak ada tempat pun di dunia ini yang terbebas dari tantangan.. Untuk pertumbuhan mental yang “oke”, Tantangan sangat diperlukan. Tantangan yang dilakukan dengan hati-hati dan seksama  akan memberikan pembelajaran yang paling berharga bagi kehidupan seseorang.

Tantangan akan “memacu adrenalin”,  jika dilakukan dengan teratur memberi tujuan, dan dapat memberi yang terbaik dalam diri kita. Tantangan memotivasi kita untuk memberi hasil terbaik dari diri anda. Tantangan  ada untuk mendorong kita ke atas untuk mencapai target.

Walaupun tantangan itu sulit ,  tapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan.

Ada beban beban berat yang harus kita pikul , misalnya saja dalam hal keteladanan bukankah sebagai pelayanan Tuhan, sisi kehidupan Tuhan harus kita teladani .  Jika tidak, kita belum layak disebut sebagai pelayan Tuhan yang sejati.  Inilah yang dikehendaki Tuhan,  “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”  (Filipi 2:15). Itulah kualitas hidup seorang yang melayani Tuhan.Itu bukan hal yang mudah, banyak aral melintang yang harus kita lewati.

Tapi kita jangan Kaget disaat kita bersedia melakukan kehendak-Nya,  di saat itu tantangan muncul dan ini  perlu disadari oleh setiap orang beriman. Jangan heran bila saat kita mulai menggebu-gebu  untuk melayani  atau kita mulai berusaha menerapkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam rumah tangga atau saat kita mulai menerapkan etika kristiani dalam pekerjaan, justru saat itu kita mengalami berbagai tantangan  yang terkadang  menggoncangkan iman kita. Sekalipun demikian, ingatlah bahwa tantangan merupakan sarana di tangan Allah untuk membuat kita bergantung kepada-Nya.Allah ingin kita selalu beriman kepada pemeliharaan serta perlindungan-Nya.

Kehidupan ini memang sulit.Setiap hari kita menghadapi tantangan kecil, sedang, berat, hingga sangat berat.Tetapi pada dasarnya tantangan kehidupan tidak mengurangi nilai kita sebagai manusia.Sebaliknya tantangan kehidupan sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai diri kita.

Selalu bersyukur, tulus melayani Tuhan dan tekun dalam doa adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan menjadi orang Kristen yang berkualitas!

“Derajat anda tidak dapat diukur disaat ia berada di alam yang nyaman dan ramah.  Mentalitas yang tangguh   mampu menghadapi tantangan seberat apapun, disitulah derajat anda dapat   diukur “ –DC

 “ Uraian perjalanan hidup ibarat jalinan  dari cuilan “motion picture”( episode) kehidupan yang dirangkai dalam bentuk alur cerita dimana  kita menjadi pemain utama untuk diri kita sendiri. Tuhan yang menjadi sutradara dan sekaligus sebagai penulis skenario serta orang lain, binatang,  lingkungan sekitar adalah penonton ,dan sekaligus lawan main kita.”-DC

Kurang Lebih Sebulan lagi kta akan menghadapi PS 20—Kita akan memilih para pemimpin kita, ingat ! apa yang kita rencanakan belum tentu itu yang diinginkan Tuhan

“Engkau tidak memilih-Ku; Akulah yang memilih kamu,” kata Yesus kepada murid-murid-Nya.

Biar Tuhan memimpin hidup kerohanian setiap kita bukan sekedar di dalam pikiran tetapi nyata di dalam kelakuan dan tingkah laku kita seindah dan sebaik mungkin.

Melayani Tuhan adalah jika kita melakukan firmanNya dan menyelesaikan pekerjaanNya.  “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”  (Yohanes 4:34).

DSC_0175

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s