Minggu 29 Nov 15 –Mazmur 79:1-7 Doa umat yang terancam


images (7) 

Doa pemazmur mau memberi pemhaman dan mengajak  bangsa israel kedalam aspek yang memungkinkan terjadinya pemulihan. Dimana pemazmur dalam doanya mengajak bangsa Israel menyadari akan dosanya. Situasi ini terjadi karena kecemburuan Tuhan. Israel yg tidak setia (ayt 5). Pemazmur dalam doanya memohon  agar Tuhan melepaskan mereka dari  ‘restriksi’ atau hambatan  rehabilitasi sesuai dengan keadilan-Nya. Pemazmur sangat emosional sekali bahkan pemazmur berharap Tuhan menghukum bangsa  yang dianggap pemazmur kekejaman  dan penghujatannya telah menyalahgunakan wewenang yg dipercayakan Tuhan. Apakah benar doa pemazmur ini? Pemazmur  mengungkapkan ketidakberdayaan  menolong dirinya sendiri dan membutuhkan anugerah dari Tuhan yang yang menyelamatkan mereka.

Sebuah soal yang membuat kita berpikir ialah: Apakah Allah merupakan misteri yang mencekam,manakutkan, dan menggentarkan, sehingga doa si pemazmur kepada -Nya  hanyalah ungkapan rasa ketakutan  ?  Atau doa dalam hubungan yang riel seperti anak dan bapaknya ?

Doa dari dari pemazmur bisa kita katakan  doa yang bersifat emosianal. Karena pemazmur  merasa hidupnya tertekan, sehingga yng muncul adalah jeritan instingtif. Doa menjadi sirkulasi dari tekanan-tekanan emosiaonal, namun sebenarnya ia sedang memikirkan dirinya sendiri. Doa yang emosional bersifat mendesak atau berharap ada tindakan yang segera. Padahal permasalahan yang terjadi dikarenakan dosa bangsa Israel. Salahkah pemazmur dalam doanya berharap ?Tuhan menghukum bangsa  yang dianggap pemazmur  kekejaman  dan penghujatannya telah menyalahgunakan wewenang yg dipercayakan Tuhan? 

Banyak yg terjadi di antara kita yang berdoa secara emosional di saat ada permasalahan yg mendesak dan  butuh jawaban secepatnya  bahkan keyakinan  mereka tersebut sangat kuat,  tidak menutup kemungkinan ‘lebay’. Kadang kala mereka yakin bahwa terkabulnya doa tergantung  dari faktor  mereka  yg berdoa, yaitu kokohnya iman dan ‘persiten’/uletnya doa.  Kalau ternyata  doanya belum tekabul, maka doanya menjadi semakin emosional lagi, atau dapat juga timbul rasa frustasi dan ngambek. 

Jangan kita berpikir  dan menganggap  bahwa karena Allah berkuasa , maka Allah dapat mengabulkan doa kita begitu saja. Padahal justru karena kemahakuasaan-Nya, Allah dapat mengabulkan doa  tetapi dapat juga menolak doa. Jangan jadikan Allah  untuk kepentingan pribadiku. 

Ada penyalahgunaan doa. Terkadang kita terlalu cepat menjadikan doa sebagai alternatif final  dalam menghadapi persoalan, seolah tidak ada jala keluar.  Kita sering  mengambil kesimpulan bahwa kita sudah tidak berdaya lagi. Dengan berdoa kita merasa diri sudah BERSERAH , padahal sebenarnya kita MENYERAH.  Kita sering kali kalah sebelum berperang, Sehingga, DOA DIJADIKAN ALIBI  atau alasan untuk membela diri bahwa kita tidak mampu berbuat banyak  kecuali berdoa.

Bukan kita saja , gerejapun sering menjadikan DOA SEBAGAI ALIBI. ketika terjadi pembakaran gereja, pembongkaran gereja, penganiayaan, kerusuhan terhadap orang kristen hanya sebagaian kecil kita dan gereja yg berani ambil resiko untuk menolong mereka. Harusnya kita malu dengan orang orang atau lembaga di luar gereja yang berani bersuara lantang bahkan tidak sedikit mereka yang mau melindungi. Tetapi kebanyakan gereja tidak mau turun tangan. Mereka hanya berkata, ” KAMI SUDAH MENDOAKANNYA.”

Gereja tahu bahwa di sekitarnya  terancam bahaya: pencemaran lingkungan hidup, pelanggaran HAM, adanya perbedaan antara kaya-miskin, dsb. Apa yg diperbuat gereja ? masih minim, sisanya  “kami cuma dapat mendoakan”

Banyak di antara kita bahkan gereja  merasa diri lebih benar dalam hubungan dengan doa, mudah terjebak ke dalam sikap merasa diri lebih rohani. Sama seperti orang farisi merasa diri lebih benar dan lebih rohani dari orang lain, kesalahan orang lain di soroti, tetapi kesalahan diri sendiri tidak disadari. Mereka mengajarkan rupa2 hal yg baik, namun mereka sendiri tidak menjalankannya. Tuhan Yesus berkali-kali menghardik ornag farisi, “…celakalah kamu…, nyamuk kamu tapiskan dari minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan” (Mat.23:24)

Sebenarnya aspek yang diberitakan Alkitab sangat banyak ragamnya, untuk melukiskan memperlakukan doa, ada  berbagai macam kata kerja seperti;  berkeluh kesah, berteriak, berlutut, berharap, bersorak-sorai, bersujud,berseru,bersyukur,memuji,memuja,meratap,mengadu,menengadah,meminta,menyembah,mengagungkan,memanggil,merindu,mencari,mengangkat jiwa,menantikan,hati meluap, dsb.  

Alkitab begitu kaya aspek doa,tetapi tanpa disadari, sering kali kita memandang dan tertarik hanya pada salah satu aspek saja yang sering kita mutlakkan, sehingga pemahamn kita tentang doa menjadi sektarian/ekstrem dan ‘pendek pikiran’ atau ‘singkat akal’.

Fokus berita Alkitab bukanlah terpusat pada diri kita yang berdoa pada Allah, melainkan pada diri Allah yang mendengarkan doa manusia. Allah adalah Allah yang aktif dan bertindak.

kita harus merefleksikan faedah tentang doa, agar kita dapat memahami dan menggambarkan  ulang yang lebih utuh tentang doa. Sebab tujuan doa bukanlah semata-mata mengeluarkan perasaan (meminta ini dan itu,mengeluh, dsb), melainkan mengawali untuk memasukkan perasaan: Tuhan ada di sini !

pertanyaan yang perlu kita refleksikan: 

Apa sebenarnya doa? 

Apa motivasi doa?  

Mengapa doa menjadi barometer keberagamaan?  

Di manakah letak  doa dalam kehidupan kita yang menggereja           pada masa kini yang sekuler dan  rasional?

Dan bagaimanakah kita -sebagai murid2 Yesus kristus- memahami makna doa

Harapan kita bersama adalah agar proses berpikir dan mencari arti tersebut, berkembang menjadi awal dan kehidupan berdoa yang lebih benar dan utuh.

“TUHAN AJARLAH KAMI BERDOA”

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s