Minggu, 6 Des 15 Yesaya 4: 2-6 ADVEN


 

4:2 Pada waktu itu   tunas yang ditumbuhkan TUHAN  akan menjadi kepermaian  dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan  bagi orang-orang Israel yang terluput.  4:3 Dan orang yang tertinggal di Sion  dan yang tersisa   di Yerusalem akan disebut kudus  ,   yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat   untuk beroleh hidup, 4:4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran   puteri Sion   dan menghapuskan  segala noda darah  Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili   dan yang membakar.   4:5 Maka TUHAN akan menjadikan  di atas seluruh wilayah gunung Sion  dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam,  sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan   TUHAN sebagai tudung   4:6 dan sebagai pondok tempat bernaung  pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan   dan persembunyian terhadap angin ribut   dan hujan.

 

Tunas=> wikipedia, Tunas adalah bagian tumbuhan yang baru tumbuh dari kecambah atau kuncup yang berada di atas permukaan tanah/media. Tunas dapat terdiri dari batang, ditambah dengan daun muda, calon bunga, atau calon buah. Dalam peristilahan fisiologi tumbuhan, tunas juga berarti semua bagian tumbuhan yang bukan akar, yaitu bagian tumbuhan yang berkecenderungan memiliki geotropisme negatif (atau heliotropisme positif).

Ayat 2,  menunjuk kepada waktu  Tuhan menggenapi janji-Nya. Tetapi  Alkitab tak pernah menulis kapan pastinya. Tidak ada satupun manusia yang dapat menerka kapan waktunya . Janji akan “Tunas yang ditumbuhkan Tuhan”, yaitu Mesias dengan kepermaian dan kemuliaan-Nya.

Kegagalan bangsa Israel tidak membatalkan  perjanjian Tuhan.  Ia akan menyisakan dari bangsa Israel, yaitu; orang yang   tertinggal di Sion  dan yang tersisa   di Yerusalem  akan disebut kudus, yaitu umat Tuhan. Tetapi mereka akan hadir  setelah Tuhan membersihkan bangsa Israel dari dosa-dosa mereka. Sebagaimana janji Tuhan, bahwa Ia menyertai umat-Nya, bahkan dikatakan “akan ada kemuliaan Tuhan  sebagai tudung” dan sebagai pondok tempat bernaung, berlindung dan bersembunyi.

PADA Minggu 6 Desember 20015 , kita akan memasuki Minggu Adven kedua. Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani sebelum Natal. Setiap tahun tentu kita merayakan  minggu-minggu Adven, artinya minggu-minggu menantikan kedatangan Sang kristus, sang mesias, Sang Almasih alaihi salam ! setelah 4 minggu  Adeven , lalu natal yang artinya kelahiran. Jadi Nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan.
Bagaimana merayakan minggu-minggu Adeven ? Sikap hati yg bagaimana agar minggu-minggu Adven punya makna ?

Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “Adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna  “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias.

Eka Darmaputera mengatakan, Adven adalah masa penantian, Sebagai orang beriman kita dituntut untuk  merefleksikan kembali apa arti  dan mengapa kita    merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita di ajak merenungkan kembali misteri yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Kita harus siap untuk bertemu dengaNya. kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga.  Masa Adven adalah masa di mana kita diajak untuk menatap ke depan  dan mengantisipasi masa depan.  Sebab itu masa Adven sering disebut masa penantian.

Kita dapat memahami dan menghayati makna Adven, jika kita menyadari permasalahan-permasalahan, belenggu-belenggu kelaliman  yang membelit kita dan kita menyadari hal itu menyesakkan hati . Karena itu disamping kegetiran,kegundahan, kepahitan  dan kesakitan , tetapi  kita mau  meratapi menyesalinya, menyadari, mengakui dan mengakui  dosa-dosa kita Tuhan akan melihat itu . Betapa ngeri  jika Allah meradang  dan murka-Nya  benar-benar  menimpa kita. Jadi tidak hanya menyesali, menyadari , mengaduh dan meratap, tetapi ada penyerahan diri juga berharap pada Allah akan pemulihan.

Sebab itu kita perlu selalu membaharui/merevolusi mental kita. Kita tidak mampu memperbaharui/merevolusi mental diri kita sendiri  yang  labil. Kita butuh orang lain, kita betul-betul menantikan kedatangan seseorang . Celakalah kita, jika orang itu tidak datang ! kedamaian hati kita  betul-betul tergantung  pada kedatangan dan kehadiran orang itu.

Kata Eka, Banyak di antara kita yg tidak memiliki perasaan itu, karena kita tidak benar-benar merindukan kedatangan Yesus. Kita hanya butuh di saat ada persoalan yg menghimpit.  Tentu setiap tahun kita merayakan pesta natal yang begitu meriah tetapi hanya untuk kita bukan pesta untuk Yesus.  Yesus ada kek, tidak ada kek, tidak ada bedanya.

Karena itu kita harus  menantikan-Nya untuk mengampuni, membersihkan kita dari belenggu dosa. Jangan sampai Ia tidak mendatangi kita, celakalah itu! Orang yang menanti  adalah orang yang mengarahkan hati  ke depan, mengarahkan hati kepada apa yang terjadi. Tetapi masa  Adven juga mengajak kita menengok ke belakang dalam artian apa yg kita harapkan sudah terealisasi  di dalam Yesus kristus yang sudah datang. Setelah itu,  Adven membimbing  kita, apa yg harus kita lakukan di kekinian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s