Apa itu kerendahan hati?


Apa itu kerendahan hati?

Kerendahan hati atau ‘humility‘ berasal dari kata ‘humus‘ (Latin), artinya tanah/ bumi. Jadi, kerendahan hati bisa kita artikan , adalah penempatan diri yang ‘membumi’ ke tanah.

Kerendahan hati kita sebagai orang yang dipanggil merupakan pemuliaan, penghargaan, pujian, rekognisi dan sanjungan kepada Tuhan bahkan dalam hubungan dengan-Nya sebagai Pencipta dan sesama, Kerendahan hati juga mengantar kita untuk mengakui bahwa kita sekalian bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan,

Sehingga pada prinsipnya , kerendahan hati membimbing kita untuk melihat segalanya dengan kaca mata Tuhan. kita melihat diri kita yang mendasar tanpa berlebihan. Dalam hal ini kerendahan hati memberikan kepada kita pengetahuan akan diri sendiri, dengan kesadaran bahwa segala yang ada di dalam dan pada kita adalah Anugerah Tuhan.

Dasar dari kerendahan hati adalah pengenalan akan diri sendiri dan Tuhan. Di mata Tuhan kita ini pendosa. Keseimbangan antara kesadaran akan dosa kita dan kesadaran akan kasih Allah ini membawa kita pada pemahaman akan diri kita yang sesungguhnya. Kesadaran ini menghasilkan kerendahan hati.

Kerendahan hati membuat kita selalu menyadari kelemahan kita dan bergantung kepada rahmat Tuhan. Jadi, kerendahan hati adalah sikap hati untuk tunduk kepada Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan dalam segala perbuatan kita.

Waspadalah terhadap kerendahan hati yang ‘palsu’ (‘false humility’).
Misalnya, dengan mengatakan bahwa kita lemah dan tidak bisa apa-apa, tetapi begitu orang lain memperlakukan kita sesuai dengan apa yang kita katakan itu, lalu kita menjadi kecewa. Atau, kita merendah supaya kemudian dipuji orang. Ini adalah kerendahan hati yang palsu. Kerendahan hati yang sesungguhnya tidak menonjolkan diri untuk dipuji.

Jangan kita menggunakan ‘alibi’ dengan mengatakan tidak layak atau aku masih berdosa, sehingga kita tidak mau melayani, atau tidak mau membagikan talenta untuk melayani di gereja, atau tidak mau melayani sesama. Ini tindakan tidak baik (‘evil‘) karena menyembunyikan ‘cinta diri’ di balik kedok kerendahan hati.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s