Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
Berbicara kerendahan hati dan menjadi sosok yg rendah hati tidak semudah membalik telapak tangn . Karena di dalam era globalisasi  yg begitu pesat membuat kita menjadi manusia yg egois.  Bahkan, lingkungan sekitar kita , baik dalam  keluarga, hubungan dengan tetangga, pekerjaan, bahkah dalam hidup bergereja  kurang menghormati sifat rendah hati. Tetapi Firman Tuhan ya dan amin dan tidak akan pudar ditelan jaman.  Tuhan ingin kita memiliki sifat rendah hati agar kita percaya pada-Nya.

 

Rendah hati adalah suatu sikap pribadi yang menaruh keyakinan pada Allah, bukan pada diri sendiri. Rendah hati bertolak belakang dengan nilai-nilai duniawi yang mengedepankan harga diri dan kesombongan. Bersifat rendah hati berarti bahwa kita menyadari kelemahan-kelemahan kita , seba itu  Kita harus mengandalkan Tuhan untuk menjadi orang yang berguna dan dapat menghasilkan buah. Kita tak dapat melakukan apa-apa yang baik tanpa pertolongan Allah dan bantuan orang lain. Orang yang hidup dengan rendah hati tidak akan pernah dikuasai oleh sikap cemburu tetapi akan menilai orang lain secara jujur dan objektif. Rendah hati berarti bersikap  apa adanya tanpa  memakai topeng /persona.

Kita adalah orang2 yg dipanggil dari kegelapan menuju terang, kita adalah “komunitas warga kerjaan Allah” (  keluarga gereja) dan  masyarakat. Seharusnya kita memiliki power  yang terletak pada kesatuan hati, baik pikiran, jiwa, memiliki kasih  dan tujuan bersama yaitu menjadi saksi dan duta Allah. Jika kita sebagai anak2 Tuhan/orang percaya  tidak ada rasa kesatuan maka kita  berada dalam bahaya.

Nasehat  Paulus yang ditujukan  kepada jemaat di Filipi bertujuan mengingatkan karena ia  melihat adanya potensi di dalam sesama jemaat Filipi yang akan  mengoyak kesatuan jemaat Filipi, yaitu sikap EGOIS , merasa lebih hebat dari orang lain .Sikap EGO ini dapat menghancurkan hubungan antar pribadi dan berpotensi menghambat perkembangan  dalam kehidupan jemaat di Filipi. Orang seperti ini biasanya sulit untuk bekerja sama dengan orang lain. Bagi orang tersebut keutuhan komunitas bukanlah prioritasnya.

kita sering merasa diri kita hebat tanpa kita sadari karena hal-hal rohani yg kita miliki. Kita merasa telah memberi segalanya, kita memberikan pertunjukan besar tentang kasih dan iman di gereja. namun tanpa persekutuan pribadi yg teratur dan mendalam antara kita dan Tuhan, kekristenan kita akan sia-sia/zero.

“Berserah kepada-Nya berarti menolak kedagingan kita”

Karena itu, Paulus mengajak segenap jemaat Filipi untuk menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus Yesus .  Yesus sendiri rela melepaskan kesetaraan-Nya  dengan segala hak-Nya walaupun Ia adalah Allah, dengan mengambil rupa seorang hamba dan membiarkan diri dihina, direndahkan, disiksa, bahkan dibunuh.

Bukan nama yang membuat kita luar biasa di mata dunia, melainkan Tuhan dan kemauan kita untuk menjadi alat-Nya. Ingat !, Tuhan tidak hanya memakai Paulus, seorang yg terdidik, tetapi juga petrus yg hanya seorang nelayan. Mereka berbeda dalam kapasitas dan potensinya, tetapi karena Tuhan Yesus mereka menjadi luar biasa. Sama seperti Anda /kita, Tuhan tidak hanya memakai  Pdt. Gilbert Lumeindong, Pdt. Eka Daramaputera, Frans magnis,  Prof. gerrit Singgih, tetapi Tuhan juga bisa memakai kita semua dan siapa saja tanpa melihat status. Asalkan kita mau dengan kerendahan hati berkarya dalam kemulian-Nya dan sesama manusia.

“Tuhan tidak mencari dan butuh orang2 hebat, genius, dan luar biasa. Orang yang bersedia lebih berarti bagi Tuhan”

Akhirnya sikap rendah hati akan nampak dalam kesadaran bahwa dunia ini berputar dan kita tidak akan tahu apa yang terjadi esok hari. Nasib kita berada di tangan Allah.

Merendahkan diri sesuatu yg sulit tetapi bukan berarti tidak bisa, sebab itu kita perlu melatih diri untuk bersikap demikian dalam relasi kita dengan sesama, khususnya di antara orang percaya dan dalam gerak layan kita.

“Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.” (2 Korintus 10:18). 

“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” Amsal 18:12

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”  Yakobus 4:10

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s