Minggu 7 Februari 2016 Luk 11: 1-13


Hal berdoa

DOA

Kepada Pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tak bisa berpaling

Karya (Chairil Anwar)

HAL BERDOA

 

Kita harus selalu menyadari tetap  akan makna doa. Karena banyak di antara kita lupa sehingga Doa dianggap sesuatu yg sederhana dan praktis  disaat kita mengalami kebuntuan .  Doa itu harus dipahami  dengan tegas, bahwa Allah selalu menjadi yang berkuasa bukan kita, karena pengakuan akan kuasa-Nya yang penuh hikmat dan kasih itu, kita  dimampukan-Nya melangkah maju dengan segala kebaruan hidup karena pengasihan-Nya. DOA itu tidak egois,tidak memaksa, DOA itu penuh kasih , mengampuni, membawa kedamaian, berserah dan yang terpenting adalah bersyukur mengucap syukur selalu dalam segala hal.

Doa itu bukan sekedar di ucapkan , tetapi terutama untuk kita renungkan. Sebab itu merenunglah dengan berdoa, dan berdoalah sambil merenung. Karena keduanya akan membawa ketenangan  nenuju pada inti kebutuhan dasar kita yaitu ketenangan. Doa bukan merayu atau bermanis mulut pada Tuhan, tetapi ungkapan nyata kegetiran hidup.

Berdoa adalah berteduh dari panasnya matahari, hujan dan badai kehidupan yg tak sanggup kita lawan. Dia adalah gunung batu dan kota benteng kita untuk kita berteduh.Salah satu dimensi doa: “menjawab dan memberi pertanggungan jawab kepada Allah”

Doa adalah sesuatu yang terkesan sangat biasa dan Setiap orang tahu apa itu doa. Tetapi realitasnya tidak sedikit orang yang salah memahami tentang doa, lantas tersandung karena doa. Maka, mari kita bicara tentang makna doa.

Yang harus kita ingat!

  • Doa bukan sarana memaksakan keinginan/harapan kita pada Tuhan
  • Doa itu memberi kekuatan
  • Doa tidak selalu pembebasan masalah
  • Doa adalah petelasan/fondasi hidup kita
  • Doa bukan sekedar merajut kata tetapi gerak laku (sikap)/ ora et labora
  • Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan
  • Doa ala pengemis; mencerminkan mentalitas pengemis yang selalu meminta, tetapi tidak pernah sungguh berdoa.
  • Anda harus berdoa dengan iman. (Ibrani 11:6.)
  • Anda harus memiliki hati yang bersih. (Mazmur 66:19).
  • Anda harus kudus dalam kehidupan sehari-hari Anda. (2 Tawarikh 7:14.)
  • Anda harus berdoa menurut kehendak Allah. (1 Yohanes 5:14-15).
  • Anda harus tinggal tetap di dalam Kristus. (Yohanes 15:7).
  • Anda harus orang benar di hadapan Allah ( Yak 5:16b)

Setiap manusia yang hidup di dunia ini membutuhkan keseimbangan atau kemapanan. Setiap kita menyadari adanya suatu proses waktu yang berjalan tanpa henti. Ada waktu yang sudah kedaluwarsa, kuno dan antik, ada waktu sekarang yang dikatakan modern oleh kita yang hidup saat ini dan waktu yang akan datang karena adanya proses yang tak pernah berhenti. Saat ini  sesungguhnya bukanlah merupakan titik henti tetapi selalu saja menjadi “proses kekinian”.

Doa secara singkat yang ditujukan kepada Tuhan oleh manusia  adalah sebuah keinginan/harapan akan ketidakmampuan kita dalam mencapai keinginan sehingga  menharapkan keinginan tersebut dipenuhi oleh Tuhan.

Rasul Paulus berkata, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”. “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan”. “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”.

Secara pribadi penulis mengartikan  ; Doa sebagai keinginan mendapatkan atau memperoleh  akan sesuatu yang ditujukan kepada sesuatu (baca ulang ayat-ayat tersebut di atas).  Harapan adalah garizah, intuisi, dan naluri  manusia natural. Dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki harapan. Sedangkan doa itu distingtif, eksklusif, singularis,spesial.

Doa itu sesuai definisi diatas harus di tujukan kepada sesuatu… tetapi untuk anak-anak Tuhan doa itu ditujukan pada BAPA di Surga..” Doa itu pastilah  Harapan tetapi Harapan bukanlah  Doa.”

Banyak yg terjadi di antara kita yang berdoa secara emosional di saat ada permasalahan yg mendesak dan  butuh jawaban secepatnya  bahkan keyakinan  mereka tersebut sangat kuat,  tidak menutup kemungkinan ‘lebay’. Kadang kala mereka yakin bahwa terkabulnya doa tergantung  dari faktor  mereka  yg berdoa, yaitu kokohnya iman dan ‘persiten’/uletnya doa.  Kalau ternyata  doanya belum tekabul, maka doanya menjadi semakin emosional lagi, atau dapat juga timbul rasa frustasi dan ngambek. 

Ada penyalahgunaan doa. Terkadang kita terlalu cepat menjadikan doa sebagai alternatif final  dalam menghadapi persoalan, seolah tidak ada jala keluar.  Kita sering  mengambil kesimpulan bahwa kita sudah tidak berdaya lagi. Dengan berdoa kita merasa diri sudah BERSERAH , padahal sebenarnya kita MENYERAH.  Kita sering kali kalah sebelum berperang, Sehingga, DOA DIJADIKAN ALIBI  atau alasan untuk membela diri bahwa kita tidak mampu berbuat banyak  kecuali berdoa.

Bukan kita saja , gerejapun sering menjadikan DOA SEBAGAI ALIBI. ketika terjadi pembakaran gereja, pembongkaran gereja, penganiayaan, kerusuhan terhadap orang kristen hanya sebagaian kecil kita dan gereja yg berani ambil resiko untuk menolong mereka. Harusnya kita malu dengan orang orang atau lembaga di luar gereja yang berani bersuara lantang bahkan tidak sedikit mereka yang mau melindungi. Tetapi kebanyakan gereja tidak mau turun tangan. Mereka hanya berkata, ” KAMI SUDAH MENDOAKANNYA.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s