Minggu, 14 feb 16 Lukas 12:35-48 Waspadalah


CSC_0066-Edit

Konteks

Kewaspadaan

12:35 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat 1  dan pelitamu tetap menyala. 12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya 2  yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. c Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. d  12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka 3 . 12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri e  akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, f  karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan 4 .” 12:41 Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?” 12:42 5 Jawab Tuhan: g  “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang 6 , lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, h dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. 12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. i  12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. j  Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

 

Perumpamaan kewaspadaan atau perumpamaan hamba yang menantikan tuannya adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Pengertian  Perumpamaan kewapadaan  dan perumpamaan Berjaga-jaga (baca markus 13:33-37)…”hendaklah pinggangmu tetap berikat…” bandingan dengan Efesus 6 :14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan a  kebenaran dan berbajuzirahkan b  keadilan,
Dan kemudian Dia mengatakan “Pelitamu tetap menyala”  bandingkan  Mazmur 119: 105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Tapi itu juga dapat merujuk kepada perumpamaan Yesus   tentang sepuluh gadis yang sedang menunggu pengantin laki-laki. Dan lima dari mereka yang bodoh dan lima bijaksana.
Artinya kita harus menunggu dan berjaga-jaga. Pekerjaan menunggu terkadang sangat membosankan yang pada akhirnya kita kehilangan kewaspadaan bahkan kita tidak berjaga-jaga yg pada akhirnya kita sama dengan 5 gadis yg tidak bijaksana.Bahkan banyak orang menjadi tidak sabar dan akhirnya merugikan diri sendiri..  Tuhan menghendaki agar kita selalu dalam kondisi siap sedia dan berjaga-jaga.  Dikatakan,  “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.”  (Lukas 12:35).
 Oleh karena itu  “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”  (Lukas 12:40)
Dan yang harus digaris bawahi , kita jangan berspekulasi waktu kedatangan Tuhan bahkan  lokasinya. Kita harus memahami dengan benar tentang dimensi  Kerajaan Allah yang  “supra natural”/ bersifat “spiritual”, bukan sesuatu yang bisa dilihat dan diraba  bahkan bukan sesuatu yang bisa didistribusikan atau diporsikan  secara waktu.
Jika kita salah merekfleksikan  kedatangan Tuhan (Eskatologis) atau tanpa “filter” yang penting aktif, berapi-api, bergairah, bergelora, berkobar-kobar, bersemangat, energik, membara,menggebu, menggelegak, menyala (semangat), tetapi kemudian mereka melupakan tanggung jawab kehidupan sehari-hari, akhirnya menjadi orang-orang yang kurang normal.
Apa yang dimaksud dengan pinggang yang tetap berikat dan pelita yang tetap menyala ? perumpamaan ini menggambarkan dan mengharapkan kebulatan hati yang dapat mempengaruhi tingkah laku kita dan mengikat bahkan penyangkalan diri agar  siap untuk melayani.Lalu pelita yang tetap menyala.  Dalam metafora kehidupan kristen kita dipanggil untuk menjadi terang, itu satu gambaran untuk menjadi pelita, tetapi di antara kita banyak yang tidak siap ( seperti 5 gadis bodoh) di dalam perjalanannya waktu dia mengikut Tuhan. Intinya kita  di encourage untuk mempunyai satu kehidupan yang senantiasa berwaspada, berjaga-jaga dihadapan Tuhan. Why ? Karena memang kita tidak tahu kapan Tuhan itu datang.

Banyak kan di antara kita di  nampak  beriman , melayani ingin dilihat tetapi jika tidak ada yang lihat kita jadi orang lain seperti srigala berbulu domba atau seperti orang farisi, tidak ada integritas.

Iman yang sejati itu adalah:

Waspada;

Menunggu dalam  terang,

Sabar menanti  seperti seorang pelayan menantikan kedatangan tuannya untuk membuka pintu…

Siap sedia…

akhirnya kita  berbahagia dalam pesta rohani yang Tuhan sediakan.

Saya yakin  salah satu persoalan di dalam kehidupan manusia adalah kita menyia-nyiakan waktu.. Karena kita selalu berpikir masih ada hari esok, masih banyak waktu…Syukur-syukur kalau Tuhan masih memberikan kepada kita kasih kesempatan. Janganlah kita menjadi orang orang kristen yang paling banyak missed, kehilangan kesempatan yang dihadirkan oleh Tuhan di dalam kehidupannya. Karena datangnya pada waktu yang tidak dapat kita perkirakan. 

Disamping itu ada prinsip spiritual leadership…Yesus menjawab dengan indirect, siapa pengurus rumah yang setia dan bijaksana, dia diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya, untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.  Jadi bukan kesiapsediaan  tetapi siapa yang dianggap layak oleh Tuhan untuk menjadi spiritual leader adalah orang yang senantiasa siap sedia. Siap sedia, bukan yang talented, gifted atau punya skill yang tinggi, dsb.

Dalam ayat 47-48 dikatakan, hamba yang tahu kehendak Tuhan tapi tidak mengadakan persiapan, tanggungannya, hukumannya lebih berat dari pada mereka yang tidak tahu, tapi melakukan….. Menunjukkan bahwa kita orang kristen tahu.  Karena tahu perlu mengadakan persiapan, maka kita tidak perlu menerima hukuman.

Umat Tuhan harus mau ikut di dalam derap dan langkah yang Allah tempu dan lakukan. Mengubah cara hidup, cara berpikir, cara bertingkah laku yang selama ini tidak sejalan dengan rencana dan kehendak-Nya. Kita tidak boleh lagi hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Kita harus memahami dalam bergereja di mana pelayanan mesti dipahami bukan sekadar sebagai seni atau persona, atau celoteh tentang moral , melainkan sebagai corak tatanan berpikir, tatanan berperilaku dan tatanan bertindak yang terungkap dalam tindakan, praktik dan kebiasaan kita sehari-hari sebagai pelaku Firman.

“Waspadalah, berjaga jagalah dan selalu siap sedia sebab  kejatuhan  terjadi karena adanya kesempatan” MBT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s