Rabu, 17 Feb Lukas 15:8-10


 

Konteks

tentang dirham yang Perumpamaan hilang

15:8 “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya 1 15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku y  yang hilang itu telah kutemukan. 15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. z 

 

Ayat kunci Injil Lukas  yang harus kita garis bawahi  adalah: “Anak datang untuk mencari dan menyelamatkan yg hilang”.  Tiga perumpamaan dalam pasal 15 menggambarkan tujuan misi Yesus ke dunia ini menyatakan kehendak Bapa untuk menyelamatkan seorang yg  hilang,  itu sesuatu yg penting. Bapa dan penghuni surga akan bersukacita apabila hanya seorang yg bertobat. Seharusnya mencari seseorang yg hilang bukanlah suatu pengorbanan atau penderitaan yg besar bagi kita . Bapa dan penghuni surga memiliki kasih, belas kasihan terhadap mereka yg jatuh dalam dosa , karena itu mereka sangat bersukacita.

Ay.8  … mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya. Di dalam perumpamaan dirham yang hilang ini ada pesan khusus yang disampaikan oleh TUHAN YESUS tentang :

– kesabaran
– keuletan
– rehabilitasi
– kesadaran
– Tanggung-jawab

Motivasi dari wanita yang mencari dirham yang hilang ini adalah begitu menghargai sebuah perkawinannya dengan suaminya. TUHAN YESUS ingin mengajarkan kita mempunyai sebuah sikap hati seperti wanita tersebut. Dalam artian menghargai pengorbanannya bagi kita.

Kemudian wanita tersebut juga menggunakan peralatan menyapu seluruh bagian ruangan dan mencarinya dengan cermat dengan menggunakan pelita .  patut kita apresiasi.  Satu tangan memegang pelita, satu tangan memegang sapu Usaha yang penuh kesabaran, keuletan

Dari perumpamaan ini jelas perempuan ini bukan orang kaya bahkan perempuan ini sudah berkeluarga.  karena itu 10 dirham (keping perak) dan setiap kepingnya bernilai  1 dinar itu  sangat berharga sekali .  Uang koin tersebut sering kali diberikan kepada si wanita sebagai mas kawin.

Perumpamaan ini memberi kita gambaran yang luar biasa tentang personalitas  Bapa bagaimana cara Ia menilai manusia yang terhilang. Hati-Nya tergerak mencari orang yang hilang/berdosa.  Penilaian Bapa  terhadap orang berdosa jauh berbeda dengan cara kita menilai orang berdosa.  Selanjutnya, kita tidak sekadar diberitahu tentang cara penilaian, melainkan juga apa yang dilakukan Bapa  untuk mencari mereka melalui perumpamaan ini.

Perumpamaan tersebut menyoroti orang berdosa tidak dari cara penilaian manusia, melainkan dari cara penilaian Bapa .

.

Perumpamaan ini menginspirasi gereja dalam persekutuannya untuk bergerak mencari orang-orang berdosa. Sebab itu arti gereja adalah : orang orang yg dipanggil dari kegelapan menuju terang-Nya yg ajaib. Siapapun kita,  berharga di mata Allah sekalipun ia tidak dianggap berarti oleh orang lain. Dan Allah menjalankan pekerjaan-Nya melalui kita, Jemaat-Nya. Gereja seharusnya menjadi terang dunia. Ia menyatakan terang-Nya di dunia ini melalui kita, Jemaat-Nya.

Jadi di sini, kita melihat perempuan ini, yaitu Gereja, dimotivasi oleh kasih Allah, mencari koin yang hilang.

Perumpamaan membawa kita sebagai gereja harus  .

Memberitakan  Firman Allah

Pertama di Lukas 15:8, perempuan itu menyalakan pelita sesudah ia kehilangan uangnya. Menyalakan pelita adalah hal pertama yang perlu dilakukan oleh Gereja, yaitu menyatakan terang, melalui pemberitaan Firman dan kehidupan yang sejalan dengan Firman itu. Kita, orang-orang Kristen adalah terang dunia. Kita harus menyalakan pelita dan membiarkan sinarnya memancar. Sangat indah! orang yang menyalakan pelita akan meletakkan pelita itu di tempat di mana terangnya menerangi seluruh rumah. Karena tidak ada hal tersembunyi yang tidak akan kelihatan. Di sinilah letak keindahannya. Terang itu bersinar untuk menghadapkan segala yang tersembunyi itu kepada terang, untuk menemukan yang hilang.

Injil terang itu, lewat cara hidup kita  yang menjadi pelaku firman-Nya. Firman Allah, adalah pelita bagi kaki kita (Maz.119:105).

Membersihkan mencari, dan mengeluarkan orang dari kegelapan

Hal kedua yang dilakukan oleh perempuan ini adalah menyapu seluruh rumah. Apa arti menyapu ini? Menyapu tentu saja merupakan tindakan pembersihan. Terang bersinar atas Anda untuk memungkinkan kegiatan menyapu ini berlangsung. Allah akan membersihkan segala kotoran dan debu yang menutupi kita sehingga kita perlu dibawa kepada terang. Sangat indah! Untuk menemukan mereka yang tersesat, Gereja bukan hanya harus memberitakan sekaligus hidup sesuai dengan Firman Allah (menerangi), tetapi juga harus menjangkau dan membongkar kekotoran (menyapu).

Perempuan ini bertindak mencari. Ia tidak sekadar menyapu ke sana-ke mari dan membuat keributan serta menerbangkan debu-debu ke udara. Tujuan utama dari kegiatan mencari ini adalah untuk mendapatkan. Demikianlah, memancarkan terang bukan sekadar untuk bersinar, menyapu bukan sekadar untuk membersihkan; semua itu berkaitan dengan tujuan untuk menemukan. Dengan cara itulah Gereja mencari untuk menemukan orang berdosa yang tersesat.

Hati kita tidak seperti Allah yang tergerak untuk kepentingan orang lain. Jadi jangan membayangkan Allah menurut ukuran diri Anda. Ingatlah bahwa kita diciptakan menurut gambar-Nya. Kita harus kembali kepada gambaran-Nya. Saya mendapati betapa orang-orang selalu saja mencoba untuk menciptakan Allah menurut gambaran mereka sendiri.

 

Menjadi kerinduan kita, saat Kristus datang, kita dikenal dan didapati sebagai mempelai perempuan dengan dirham yang utuh. Jika hari-hari ini kita merasa ada banyak nilai kekristenan yang hilang dalam hidup kita, mari kita jujur di hadapan Tuhan, cari kembali dirham itu dalam doa dan hadirat Tuhan disertai kerajinan. Tuhan akan mengembalikan dirham yang hilang, dan kita siap menyambut kedatanganNya. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s