Etos Kerja


Etos Kerja

“Etos kerja”  bisa diartikan sebagai kualifikasi,limitasi  kekhasan (budaya) bekerja dalam suatu kelompok yang dilandasi pada suatu sistem nilai yang fungsional. Dalam hal ini menyangkut integritas yang kokoh (sikap dan sifat) yang telah berakar kuat di dalam menjalankan kerja. Dengan demikian etos kerja akan menjadi perilaku integritas yang telah mengkultur  dalam suatu  institusi yang  memberi motivasi kepada mereka dalam menjalankan pekerjaannya.

Etos kerja sudah dikategorikan sebagai kultur baik pada lembaga, perusahaan, pabrik, rumah sakit  maupun  bangsa dalam bekerja. Karena itu ia berjalan secara otomatis dalam sebuah kelompok sosial atau institusi. Pada ruang lingkup minor, misalnya dalam perusahaan, etos kerja sering juga dipengaruhi oleh kepemimpinan pada perusahaan itu.

Berbicara tentang etos kerja itu berarti kita mengarah pada  etika dan  profesionalisme. Karena etos kerja adalah wujud dari  landasan berpikir profesionalisme. Dan selanjutnya akan diwujudkan dalam bentuk sistim  kerja. Profesionalisme di sini diartikan sebagai kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas dan baik.

Pada Webster’s New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika. Nilai-nilai etika yang dikaitkan dengan etos kerja seperti rajin, bekerja, keras, berdisplin tinggi, menahan diri, ulet, dan tekun.

Menurut Usman Pelly (1992:12), etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi.

 

Menurut Toto Tasmara, (2002) Etos kerja adalah totalitas kepribadian diri serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti:

  1. Orientasi ke masa depan
  2. Menghargai waktu
  3. Tanggung jawab
  4. Hemat dan sederhana
  5. Kreatifitas

Dalam sebuah organisasi etos kerja sangat penting diperhatikan. Jika ini tidak dapat berjalan dengan baik maka organisasi akan “sakit” , maka iklim yang ada adalah cerminan dari gaya  fantasi pimpinan . Lebih khusus lagi: ternyata sifat dan pembawaan “neurotik” top eksekutif suatu organisasi akan mewarnai kultur organisasi itu. Bahkan seringkali pembawaan “neurotik” tersebut bisa diturunkan pada anggotanya. Suasana atau iklim tidak sehat yang diciptakan oleh top eksekutif dalam suatu organisasi ternyata dapat mengakibatkan jalannya organisasi tersendat-sendat. Iklim tak sehat itu biasanya diakibatkan oleh status “emosi kepemimpinan” yang tidak stabil, sehingga mendatangkan masalah pada strategi, struktur, maupun iklim manajerial organisasi tersebut. Dalam keadaan seperti itu, dapat dikatakan sebuah organisasi sedang mengalami gangguan neurotic, “gangguan kejiwaan.”

Menurut penulis, Etos kerja moral yang telah dibentuk, memiki karakter yang di dalamnya ada personalitas, sifat,tabiat,temperamen, dan keunikan yang menyatu atau disatukan dalam komunitas atau kelompok masyarakat. Yang pada akhirnya membentuk pandangan hidup yang membudaya sebab di dalamnya  komposisi, metode, koordinasi,strata, skema dan struktur yang harus kita pegang sebagai suatu tugas, peran, kewajiban yang harus dimanfaatkan dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab itu etos kerja adalah panggilan yang di dalamnya ada tuntutan , ada tanggung jawab  yang sudah direncanakan,  bahkan manusia dirancang oleh Tuhan sebagai makhluk yang bekerja. Kerja   harus direspon karena menyangkut

BABU=> BAkal BUku    D & M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s