(Minggu, 14/08/16) Pembaharuan budi sesuai kehendak Allah


Roma 12: 1-8images (40)

Ada banyak di antara kita jika telah memberikan perpuluhan terkadang  membantu sesama yang membutuhkan. Alangkah sedihnya jika pemahaman kita tentang persembahan dan ibadah Kristen seringkali dipersempit menjadi memasukan lembaran uang ke kantong persembahan atau sekedar bernyanyi dengan antusias di kebaktian. Kita harus menyadari bahwa ibadah yang rutin dilakukan setiap minggu di gereja atau ibadah yang dilakukan oleh jemaat melalui doa atau pembacaan alkitab setiap harinya, tidak otomatis berkenan kepada Allah.Banyak  gereja2 lebih mementingkan  tidak jarang menekankan jemaatnya untuk memberikan persembahan  uang pada gereja. Apakah mereka sengaja menutup mata surat Paulus/ kata-kata; Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Bagi pebisnis maka dia perlu mempersembahkan kehidupan bisnisnya untuk kemuliaan Tuhan. Bagi seorang siswa maka dia perlu mempersembahkan studinya untuk kemuliaan Tuhan. Bagi seorang ibu rumah tangga, dia perlu menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga untuk kemuliaan Tuhan.

Dalam suratnya rasul Paulus menekankan supaya manusia kristen  tidak  menjadi manusia-manusia duniawi yang membiasakan diri mengikuti cara hidup yang keliru. Rasul Paulus mengajak manusia kristen  untuk penyerahan secara total kepada Tuhan, agar hidup manusia kristen senantiasa memperoleh pembaharuan pada keseluruhan keberadaan fisik seorang manusia. Itu adalah ibadah yang sejati.  “which is your spiritual worship.”  ibadah yang bersifat rohani. Ketika kita mengambil bagian dalam pelayanan  u kita juga sedang melakukan ibadah yang bersifat rohani.

Paulus tidak sekedar berbicara persembahan tubuh sebagai persembahan yg hidup, ia juga berbicara tentang akal budi…”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” —budi pekerti, penilaian tentang apa yang baik, apa yang salah, dan apa yang berkenan kepada Allah. Bagi Paulus, persembahan yang sejati menyangkut keseluruhan hidup manusia: tubuh, roh, jiwa, akal budi. Akal budi yang menyadari apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang Allah sanggup lakukan bagi dirinya yang lemah dan terbatas. Kuasa Kristus, baik kematian dan kebangkitannya menjamin kita mengalami perubahaan tersebut.

Paulus dengan sengaja mengungkapkan status mereka sebagai anggota tubuh Kristus yang saling memperhatikan dan membangun sebab di sinilah (baca: tubuh Kristus, jemaat-Nya) mereka perlu berlatih dan memulai persembahan diri bahkan saling membangun sebagai tubuh-Nya. Mereka perlu memakai segenap karunia Allah untuk kemajuan jemaat sehingga jemaat berhasil mempersembahkan hidupnya untuk kemuliaan Allah. itulah yang harus gereja lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s